Kepada: PH yang tercinta Catatan seorang Njay tentang sekolahnya.... Awalnya Aku tau SMK Labschool Tangerang Raya dari satu orang temen, dia kasih tau ke aku bahwa ada sekolah yang baru dibuka, dan kelihatannya lumayan bagus juga. Begitu aku tau, aku langsung terbang menuju sekolah itu bersama dengan teman-teman seperjuanganku.
Sesampainya disana aku sama teman-temanku emang rada-rada gila. Kami secara keroyokan segera menyerbu bagian informasi untuk bertanya-tanya, emang dasar temen-temenku itu rada-rada gila, mereka langsung mendaftarkan diri hari itu juga.
Aku sih tidak langsung daftar hari itu juga. Hal pertama yang aku lakukan adalah, membawa pulang brosur sekolahnya terlebih dahulu, pikir-pikir lagi dan tanya-tanya lagi. Tadinya kakakku tidak setuju kalau aku masuk SMK. Karena menurutnya, di SMK kurang dalam hal mata pelajaran IPA, Matematika dan Bahasa Indonesia, jadi beliau khawatir aku akan kesulitan melaksanakan Ujian Nasional nya. Tapi SMK yang ini beda, SMK ini tidak hanya memfokuskan kepada bidang keahlian melainkan juga pelajaran-pelajaran wajib lainnya, seperti matematika, ipa, ips, agama, bahasa- indonesia dan yang lainnya.
Esok harinya, aku beserta teman-teman,melakukan petualangan berikutnya mencari sekolah yang lainnya,walaupun mereka sudah daftar di SMK Labschool Tangerang Raya. Aku masih pikir-pikir tentang SMK Labschool Tangerang Raya dan masih penasaran juga. Akhirnya hari itu aku putuskan untuk kembali lagi mendatangi SMK Labschool Tangerang Raya, buat cari info lebih lanjut. Bahkan sampai 5 hari berturut-turut aku beserta teman-teman mendatangi sekolah tersebut, tapi aku masih belum mau mendaftarkan diri.
Aku masih harus tanya-tanya dulu, dan yang terpenting aku harus minta persetujuan ibu Monica, tidak hanya beliau yang aku minta rekomendasinya, tetapi juga ibu Suzan, mbak Puji, mas Adhi, bang Zoel, papa Roby, dan lainnya. Soalnya kan mereka semua berharga banget buat aku, sudah seperti keluarga sendiri. Apalagi sama ibu Monica dan ibu suzan, aku sudah menganggap mereka layaknya ibu ku sendiri. Setelah mendapat persetujuan dari mereka semua, aku baru yakin buat masuk ke sekolah tersebut.
Hari berlanjut, aku mendaftarkan diri langsung ke sekolah tersebut kali ini tidak beserta teman-temanku. Karna aku mendaftar sendirian aku sempat lupa untuk tanya bagaimana caranya biar bisa jadi siswa di sekolah itu.
Setelah pulang dari sekolah itu aku mendatangi sekolah itu lagi bersama teman-temanku, ternyata sekolah itu memakai sistem test. Aku dan teman-teman seperjuanganku pun pulang ke rumah masing-masing dan menyiapkan strategi tempur buat mengahadapi test esok hari di SMK Labschool Tangerang Raya.
Hari ini, “pertempuran” di mulai, aku menghadapi test di dalam ruangan yang ternyata terpisah dengan teman-temanku. Tapi,,,,dengan santainya aku mengerjakan soal test yang ternyata lebih mudah dari apa yang ku bayangkan. Hanya perlu nilai tiga untuk masuk sekolah favorit ini, dan ternyata,,,,,aku bisa mengerjakan soal dengan sangat mudah.
Ahhhhh, lega rasanya bisa memenangan pertempuran menuju SMK Labschool Tangerang Raya. Dua hari kemudian, aku beserta teman-teman menuju sekolah itu untuk melihat hasil test kemarin. Rasa deg-degan, nervous dan takut akan ketidak lolosan, bercampur jadi satu kesatuan. Di depan papan pengumuman, aku melihat hasil test dari bawah ka atas.
Duarrrrrr, aku kaget setengah sadar, namaku tidak ada di urutan bawah, tapi namaku bertengger di urutan teratas dari 100 siswa yang ikut test. Saat itu, rasa senang dan bangga menggantikan kesatuan rasa pada diriku sebelumnya.
Hari-hari berikutnya, aku mempersiapakan diri untuk mengikuti pembinaan siswa baru. Hari pertama pembinaan, nyebelin banget, hari kedua tidak berkesan bagi ku, hari ketiga aku tidak masuk sekolah untuk ikut pembinaan karena ada keperluan.
Selanjutnya, hari pertama sekolah dimulai, yyeeeee,,,,, aku datang dengan membawa pengharapan demi masa depan. Namun, Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) belum efektif dihari pertama sekolah ini. Di tambah aku masih agak canggung karena banyak teman-teman baru yang sama sekali belum aku kenal. Seminggu kemudian KBM pun berjalan efektif dan peraturan di perketat oleh pihak sekolah.
Hari berlanjut, kegiatan mulai berjalan dan sekolah ini harus bisa maju sebagai sekolah yang baru buka di wilayah ini, dan aku adalah siswa angkatan pertama sekolah SMK Labschool Tangerang Raya ini.
Dalam satu minggu aku mendengar informasi bahwa akan ada pemilihan pengurus OSIS untuk periode tahun ini. Awalnya, para siswa ditunjuk untuk menjadi kandidat ketua OSIS, tapi aku,,,dengan pengalaman yang aku dapat mencoba untuk mengaukan diri menjadi kandidat ketua OSIS.
aku mendaftar kepada pembina OSIS, aku di terima dengan syarat harus mengikuti test sebagai calon ketua OSIS, dan test ini pun berlaku bagi siswa-siswi lain yang ingin mengajukan diri sebagai kandidat ketua OSIS. Dalam test awal, aku masuk 10 besar, lalu test yang kedua, aku masuk 6 besar. Dan aku merupakan satu-satunya kandidat paling ganteng loh,hehehe, ya iyalah,,kan semua kandidat yang lain adalah para siswi.
Dalam test yang tidak mudah ini, pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan pada ku dapat dengan mudah ku jawab. Kenapa?, karena Training Life Skill Management(LSM) yang di adakan KKS PH bulan lalu telah membantuku dalam memeberi pengalaman serta materi baru yang aku pakai dalam menjawab test yang diberikan.
Selanjutnya, proses kampanye serta debat kandidat osis menjadi tantangan berikutnya dalam perebutan kursi ketua OSIS. Masa-masa kampanyenya aku bingung harus ngapain,tapi untung ada 2 guru wali kelas yang mendukung aku, pertama wali kelas aku, lalu teman-teman satu kelas aku mendukung aku semua. Ada juga bu wali kelas X-3 yang ikut menjadi tim sukses ku dan menyuruh anak muridnya buat mendukung aku.
Mantap,,, aku jadi semakin percaya diri kalau aku akan sukses menjadi ketua osis. Pembina osis memberi informasi bahwa kandidat osis harus membuat visi dan misinya masing-masing, kemudian aku tulis visi misi ku yang intinya adalah untuk memajukan sekolah. Wali kelas aku ngedukung banget sampe-sampe dia yang bikinin poster buat kampanyeku. Dan ternyata, visi misi itu dinilai dan ditentukan siapa yang jadi ketua osis oleh kepala sekolah. Jadi, dari 6 orang kandidat itu dibagi menjadi 3 pasang kandidiat ketua dan wakil berdasarkan visi misi yang di ajukan.
Awalnya aku kaget, tidak nyangka dan tidak bisa terima aku menjadi kandidat wakil ketua osis, jadi aku dapat no urut 2 sebagai wakil dari Ewit Jahaladiah patner ku yang jadi kandidat ketua osis. Aku tetap tidak terima, namun sang wali kelasku bilang pada ku “ tidak apa-apa jadi wakil, toh tujuannya kamu kan untuk memajukan sekolah ini”. Begitu kata beliau pada ku, dan aku terima aku menjadi kandidat wakil ketua osis, tapi patner aku juga tidak setuju kalau aku menjadi kandidat wakil kepala osis, dia ingin aku yang jadi ketuannya dan partnerku jadi wakilnya.
Waktunya debat kandidat osis, aku gugup, grogi, takut melihat kepala sekolah.aku tidak bisa menjawab pertanyaan kepala sekolah dengan baik, tapi wali kelasku tetap ngasih semangat untukku. Debat selesai waktunya kandidat istirahat dan para siswa mencotreng, agak lama juga proses pencontrengannya, setelah selesai langsung perhitungan suara. Awalnya aku jauh tertinggal dalam penghitungan hasil suara pencontrengan ini, namun perlahan aku bangkit.
Sempat terjadi persaingan yang menegangkan, dan akhirnya aku menang dengan perolehan suara 87 suara untuk ku. Hanya selisih 5 suara dari saingan terberatku, dan sebenarnya berat juga menjadi ketua osis, karena sepertinya aku akan bangkrut nih. Soalnya tim suksesku, semua minta traktir. Dan saat ini, aku akan berusaha untuk menjadi ketua osis yang baik untuk memajukan sekolah ini.heheheTerima kasih buat KKS PH, Ibu Monica, Ibu Suzan, mbak Puji, Mas Adhi, Papa Roby dan kawan-kawan yang udah ngasih pengalaman yang tidak ternilai buat aku.
Apalah jadinya aku tanpa KKS PH, tidak bisa sekolah, enggak dapat pengalaman dan mungkin enggak akan dapat kesuksesan menjadi ketua OSIS seperti sekarang ini.. Ucapan terimakasih juga buat SDN muara yang mendidik aku dari kecil, yang memperkenalkan ku dengan KKS PH. Dan semua teman-teman seperjuanganku. Terima kasih...
Aku masih harus tanya-tanya dulu, dan yang terpenting aku harus minta persetujuan ibu Monica, tidak hanya beliau yang aku minta rekomendasinya, tetapi juga ibu Suzan, mbak Puji, mas Adhi, bang Zoel, papa Roby, dan lainnya. Soalnya kan mereka semua berharga banget buat aku, sudah seperti keluarga sendiri. Apalagi sama ibu Monica dan ibu suzan, aku sudah menganggap mereka layaknya ibu ku sendiri. Setelah mendapat persetujuan dari mereka semua, aku baru yakin buat masuk ke sekolah tersebut.
Hari berlanjut, aku mendaftarkan diri langsung ke sekolah tersebut kali ini tidak beserta teman-temanku. Karna aku mendaftar sendirian aku sempat lupa untuk tanya bagaimana caranya biar bisa jadi siswa di sekolah itu.
Setelah pulang dari sekolah itu aku mendatangi sekolah itu lagi bersama teman-temanku, ternyata sekolah itu memakai sistem test. Aku dan teman-teman seperjuanganku pun pulang ke rumah masing-masing dan menyiapkan strategi tempur buat mengahadapi test esok hari di SMK Labschool Tangerang Raya.
Hari ini, “pertempuran” di mulai, aku menghadapi test di dalam ruangan yang ternyata terpisah dengan teman-temanku. Tapi,,,,dengan santainya aku mengerjakan soal test yang ternyata lebih mudah dari apa yang ku bayangkan. Hanya perlu nilai tiga untuk masuk sekolah favorit ini, dan ternyata,,,,,aku bisa mengerjakan soal dengan sangat mudah.
Ahhhhh, lega rasanya bisa memenangan pertempuran menuju SMK Labschool Tangerang Raya. Dua hari kemudian, aku beserta teman-teman menuju sekolah itu untuk melihat hasil test kemarin. Rasa deg-degan, nervous dan takut akan ketidak lolosan, bercampur jadi satu kesatuan. Di depan papan pengumuman, aku melihat hasil test dari bawah ka atas.
Duarrrrrr, aku kaget setengah sadar, namaku tidak ada di urutan bawah, tapi namaku bertengger di urutan teratas dari 100 siswa yang ikut test. Saat itu, rasa senang dan bangga menggantikan kesatuan rasa pada diriku sebelumnya.
Hari-hari berikutnya, aku mempersiapakan diri untuk mengikuti pembinaan siswa baru. Hari pertama pembinaan, nyebelin banget, hari kedua tidak berkesan bagi ku, hari ketiga aku tidak masuk sekolah untuk ikut pembinaan karena ada keperluan.
Selanjutnya, hari pertama sekolah dimulai, yyeeeee,,,,, aku datang dengan membawa pengharapan demi masa depan. Namun, Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) belum efektif dihari pertama sekolah ini. Di tambah aku masih agak canggung karena banyak teman-teman baru yang sama sekali belum aku kenal. Seminggu kemudian KBM pun berjalan efektif dan peraturan di perketat oleh pihak sekolah.
Hari berlanjut, kegiatan mulai berjalan dan sekolah ini harus bisa maju sebagai sekolah yang baru buka di wilayah ini, dan aku adalah siswa angkatan pertama sekolah SMK Labschool Tangerang Raya ini.
Dalam satu minggu aku mendengar informasi bahwa akan ada pemilihan pengurus OSIS untuk periode tahun ini. Awalnya, para siswa ditunjuk untuk menjadi kandidat ketua OSIS, tapi aku,,,dengan pengalaman yang aku dapat mencoba untuk mengaukan diri menjadi kandidat ketua OSIS.
aku mendaftar kepada pembina OSIS, aku di terima dengan syarat harus mengikuti test sebagai calon ketua OSIS, dan test ini pun berlaku bagi siswa-siswi lain yang ingin mengajukan diri sebagai kandidat ketua OSIS. Dalam test awal, aku masuk 10 besar, lalu test yang kedua, aku masuk 6 besar. Dan aku merupakan satu-satunya kandidat paling ganteng loh,hehehe, ya iyalah,,kan semua kandidat yang lain adalah para siswi.
Dalam test yang tidak mudah ini, pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan pada ku dapat dengan mudah ku jawab. Kenapa?, karena Training Life Skill Management(LSM) yang di adakan KKS PH bulan lalu telah membantuku dalam memeberi pengalaman serta materi baru yang aku pakai dalam menjawab test yang diberikan.
Selanjutnya, proses kampanye serta debat kandidat osis menjadi tantangan berikutnya dalam perebutan kursi ketua OSIS. Masa-masa kampanyenya aku bingung harus ngapain,tapi untung ada 2 guru wali kelas yang mendukung aku, pertama wali kelas aku, lalu teman-teman satu kelas aku mendukung aku semua. Ada juga bu wali kelas X-3 yang ikut menjadi tim sukses ku dan menyuruh anak muridnya buat mendukung aku.
Mantap,,, aku jadi semakin percaya diri kalau aku akan sukses menjadi ketua osis. Pembina osis memberi informasi bahwa kandidat osis harus membuat visi dan misinya masing-masing, kemudian aku tulis visi misi ku yang intinya adalah untuk memajukan sekolah. Wali kelas aku ngedukung banget sampe-sampe dia yang bikinin poster buat kampanyeku. Dan ternyata, visi misi itu dinilai dan ditentukan siapa yang jadi ketua osis oleh kepala sekolah. Jadi, dari 6 orang kandidat itu dibagi menjadi 3 pasang kandidiat ketua dan wakil berdasarkan visi misi yang di ajukan.
Awalnya aku kaget, tidak nyangka dan tidak bisa terima aku menjadi kandidat wakil ketua osis, jadi aku dapat no urut 2 sebagai wakil dari Ewit Jahaladiah patner ku yang jadi kandidat ketua osis. Aku tetap tidak terima, namun sang wali kelasku bilang pada ku “ tidak apa-apa jadi wakil, toh tujuannya kamu kan untuk memajukan sekolah ini”. Begitu kata beliau pada ku, dan aku terima aku menjadi kandidat wakil ketua osis, tapi patner aku juga tidak setuju kalau aku menjadi kandidat wakil kepala osis, dia ingin aku yang jadi ketuannya dan partnerku jadi wakilnya.
Waktunya debat kandidat osis, aku gugup, grogi, takut melihat kepala sekolah.aku tidak bisa menjawab pertanyaan kepala sekolah dengan baik, tapi wali kelasku tetap ngasih semangat untukku. Debat selesai waktunya kandidat istirahat dan para siswa mencotreng, agak lama juga proses pencontrengannya, setelah selesai langsung perhitungan suara. Awalnya aku jauh tertinggal dalam penghitungan hasil suara pencontrengan ini, namun perlahan aku bangkit.
Sempat terjadi persaingan yang menegangkan, dan akhirnya aku menang dengan perolehan suara 87 suara untuk ku. Hanya selisih 5 suara dari saingan terberatku, dan sebenarnya berat juga menjadi ketua osis, karena sepertinya aku akan bangkrut nih. Soalnya tim suksesku, semua minta traktir. Dan saat ini, aku akan berusaha untuk menjadi ketua osis yang baik untuk memajukan sekolah ini.heheheTerima kasih buat KKS PH, Ibu Monica, Ibu Suzan, mbak Puji, Mas Adhi, Papa Roby dan kawan-kawan yang udah ngasih pengalaman yang tidak ternilai buat aku.
Apalah jadinya aku tanpa KKS PH, tidak bisa sekolah, enggak dapat pengalaman dan mungkin enggak akan dapat kesuksesan menjadi ketua OSIS seperti sekarang ini.. Ucapan terimakasih juga buat SDN muara yang mendidik aku dari kecil, yang memperkenalkan ku dengan KKS PH. Dan semua teman-teman seperjuanganku. Terima kasih...
2 komentar:
bagus ceritanya,, siapa sih njay tuh?
bagus ceritanya,, siapa sih njay tuh?
Post a Comment