Thursday, July 9, 2009

KKS Pelita Hati dalam perayaan WBD 2009

Kerabat Karya Sosial Pelita Hati dalam perayaan World Book Day 2009

Berawal dari sebuah perayaan hari Saint George di wilayah Katalonia sejak abad pertengahan para pria memberikan mawar pada kekasihnya, namun sejak tahun 1923 para pedagang buku mempengaruhi tradisi ini untuk menghormati Miguel De Carventas, seorang pengarang yang meninggal dunia pada 23 April, sehingga sejak tahun 1925 para perempuan memberikan buku sebagai pengganti mawar yang diterimanya. Pada masa itu, lebih dari 400.000 buku terjual dan ditukarkan dengan 4 juta mawar.

Pada tahun 1995, konfrensi umum di Paris memutuskan bahwa tanggal 23 April sebagi World Book Day/ WBD sebagai penghormatan pada Shakespeare, Carventas, Inca Garcilaso de la Vega dan josep Pla yang meninggal dunia pada tanggal itu dan juga merupakan kelahiran Maurice Druaon. Vladimir Nabakov, Manuel Meija Vallejo dan Halldor Laxness. Walaupun pada kasus Shakespeare dan carventas ada sedikit perbedaan karena masing-masing dihitung dengan sistem kalender yang berbeda dimana pada masa itu inggris masih mempergunakan sistem kalender Julian, sedangkan Katalonia mempergunakan sistem kalender Gregorian.

Perayaan World Book Day di Indonesia dimulai pada tahun 2006. Perayaan yang digagas oleh Forum Indonesia Membaca ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang buku, penerbit, distributor, organisasi perbukuan serta komunitas-komunitas yang semuanya bekerja sama mempromosikanbuku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai-nilai sosial budaya kemanusiaan.

Secara umum, tujuan diselenggarakanya WBD sebagai sebuah perhelatan dunia adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama anak-anak untuk mengekplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca. Di Indonesia sendiri juga terdapat beberapa program yang mengangkat dunia litersai seperti halnya ‘ hari Buku Nasional’ , ‘ hari Kunjungan Perpustakaan’ , sampai beberapa pameran dan bazar buku ( book fair ) ditingkat lokal maupun nasional.

Tahun ini, kegiatan di dunia literasi dicoba untuk dihubungkan menjadi sebuah perayaan dalam jangka waktu yang cukup panjang diman diawali pada Hari Buku Sedunia ( World Book Day ) dan ditutup pada hari Buku Nasional. Dan tahun ini pula, merupakan tahun ke empat kali nya bagi komunitas Kerabat Karya Sosial Pelita Hati/ KKS Pelita Hati terlibat dalam ajang WBD 2009 ini. KKS Pelita Hati mencoba berkontribusi dalam kegiatan WBD 2009 ini dari awal pembukaan tanggal 23 April 2009 hingga 17 Mei 2009. Kami, KKS Pelita Hati terus mengikuti kegiatan yang diadakan panitia setiap akhir pekan, dari mulai pembukaan, mengikuti seminar, workshop, pameran, nonton bareng hingga di hari terakhir perayaan dengan membuka stand komunitas. Dan dalam kegiatan ini, KKS Pelita Hati melibat kan jaringanya yang tersebar dibeberapa wilayah Jabotabek, bahkan jaringan KKS Pelita Hati Jogjakarta pun ikut berkontribusi menyemarakan WBD 2009.

Akhirnya, 17 Mei 2009 pun tiba, dengan persiapan yang sudah direncanakan sejak lama, akhirnya KKS pelita Hati membuka stand komunitas dengan mengusung tema natural dengan menggambarkan suasana pedesaan melalui dekorasi stand yang memang sangat ndeso banget yang memadukan lukisan persawahan yang ada di desa,serta hamparan daun rumbia yang menjadi atap stand dan sisa gumpalan jerami yang membentuk kata WACANA yang dipasang tepat di atas stand.

Selain itu, dalam hal kesenian,,KKS Pelita Hati juga menampilkan sebuah kalaborasi unik antara tari,drama dan musik lesung yang dibawakan oleh jaringan KKS Pelita Hati yang berada di Jogjakarta dan dibawakan oleh anak-anak kecil usia Sekolah Dasar. Di bawah naungan WACANA/WArung baCAan aNAk yang merupakan sebuah kegiatan belajar yang dikembangkan oleh KKS Pelita Hati, penampilan kalaborasi unik ini telah di siapkan jauh hari sebelum perayaan WBD 2009 dimulai dan menampilkan drama tari tentang perebutan kekuasaan antara Raja dengan salah satu anak Raja yang ingin menjadi putra mahkota. Dengan diiringi musik tradisional serta musik lesung yang bunyinya khas itu, para anak-anak kecil itu telah berhasil membius penonton untuk menyesaki panggung pertunjukan serta membuat penonton terkagum-kagum. Dan semuan ini merupakan salah satu bentuk penghargaan bagi Kerabat Karya Sosial Pelita Hati untuk terlibat dalam perayaan World Book Day 2009.


banyu merah

0 komentar: