Thursday, July 9, 2009

Ada tumpukan buku di aula SaNur BSD Tangerang


Ada tumpukan buku di Aula Santa Ursula BSD


Ini adalah awal dari sebuah kegiatan yang akan diadakan rutin oleh Kerabat Karya Sosial Pelita Hati/ KKS Pelita Hati dalam mengembangkan budaya baca di tengah-tengah masyarakat melalui salah satu programnya yaitu WACANA / WArung baCAan ANak yang sejak lama tersebar di beberapa wilayah JABOTABEK dan beberapa provinsi di Indonesia untuk mengajak masyarakat gemar membaca . Yah,, kami telah mengadakan kegiatanya kemarin Jum’at,29 Mei 2009, di Sekolah Santa Ursula yang biasa dipanggil SaNur BSD Tangeranglah yang menjadi sasaran kami dalam penggalangan buku-buku bacaan.


Kedatangan Ibu Monica yang merupakan penggagas serta pembina KKS Pelita Hati, Bang Zul salah seorang relawan KANOE / Pustaka Anak Nangroe Aceh, Adhiyanto Prabu Gajah Mada relawan WACANA Jogjakarta dan Aku sendiri sebagai relawan WACANA Kebon Jeruk Jakarta Barat ini di sambut dengan antusias oleh para penghuni SaNur BSD ini, bayangkan, dari security,guru-guru sampai murid-murid SaNur ternyata telah menunggun kedatangan kami serta seorang Suster yang merupakan salah satu tokoh pendidikan yang dimiliki negeri ini, beliau sangat disiplin dan selalu menerapkan ketelitian pada anak-anak didiknya, terbukti dengan terlihat betapa tertibnya murid-murid SaNur di bawah bimbingan sang Suster ini yang bahkan telah mencetak para lulusan yang sudah tidak diragukan lagi kemampuanya, yah,, beliau adalah Suster Francesco Marianti, OSU yang biasa dipanggil Suster Francesco oleh para penghuni SaNur BSD. Pertama kali datang, kami mengenalkan program kegiatan WACANA yang dimiliki oleh KKS Pelita Hati ini di hadapan ratusan anak-anak murid Sekolah Dasar/SD dan dilanjutkan presentasi kepada anak-anak Sekola Menengah Pertama/SMP, dalam hal ini, Ibu Monica mengenalkan tentang apa itu program WACANA yang dimiliki oleh KKS Pelita Hati. Mereka sangat antusias mendengarkan presentasi ini, bahkan ada salah satu anak SD yang bertanya “ bu, klo mau sumbang alat tulis boleh ga?’’lalu Bu Monica menjawab “ya boleh lah masa ngga boleh”.


Perkenalan WACANA pun dilanjutkan dengan siswa/i Sekolah Menengah Atas SaNur BSD, sebelumnya mereka dihadang oleh Suster Francesco di Aula SMP/SMA agar mereka jangan pulang dahulu karena akan ada pemberitahuan tentang kegiatan penggalangan buku bekas ( istilah ini dari suster fracesco loh ) yang akan di lakukan oleh KKS Pelita Hati melalui program WACANAnya. Jika penghuni SaNur menyumbang kan buku bekas maka kami lah pemulungnya, itu kata Bu Monica Loh. Dan akhirnya, setelah ibu Monica menjelaskan tentang program WACANA ini panjang lebar, mereka para siswa-siswi SMP pun mengerti dan akan ikut berkontribusi dalam kegiatan penggalangan buku bekas ini, bahkan ada beberapa siswi yang ingin terlibat dalam kegiatan yang diadakan oleh KKS Pelita Hati..Mantabbbb


Akhirnya,, hari yang ditunggu2 pun tiba, selasa 2 Juni 2009 kami datang kembali ke SaNur BSD untuk mengambil buku-buku yang telah terkumpul. Perjalanan dari posko pusat di Batu Sari ke sekolah SaNur BSD lumayan Jauh dan siang itu memang agak panas menyengat. Namun setelah sampai di SaNur BSD kami terkejut dengan tumpukan buku-buku di dalam dus yang jumlahnya banyak itu, bahkan kami harus menggunakan mobil box untuk mengangkut buku tersebut. Setelah sesi pemberian buku secara simbolis yg dilakukan oleh ketua OSIS sekolah SaNur BSD yaitu si Bella ( klo ga salah nama ) kepada mas Eko sebagai koordinator WACANA Pusat, kami mengangkut buku2 tersebut kedalam mobil box dengan bantuan para karyawan sekoalah SaNur BSD. Dan akhirnya rasa lelah kembali mendera setelah puluhan kardus berisi buku-buku itu masuk ke dalam mobil box, namun ada rasa bahagia ketika melihat masih banyak anak-anak yang mau peduli dengan sesamnya walau pun hanya menyumbang kan buku-buku bacaan yang ternyata lebih penting daripada menyumbang materi lain, karena ilmu yg di dapat dari membaca buku tidak akan habis dan berakhir sampai kapan pun selama kita masih mau belajar. Dan hari ini adalah awal dari pembagian buku-buku yang akan disumbangkan kepada jaringan WACANA / WArung baCAan ANak.


Terima kasih kepada Suster Francesco, para guru serta teman2 sekolah SaNur atas kontribusinya dalam membangun budaya baca di tengah-tengah masyarakat..


banyu merah

1 komentar:

Bintang Timur said...

Gadjah Mada? yg bener aja lo!